Berita

HEADLINE
Kejati Tahan Tiga Mantan Direktur PDAM Makassar
Rabu, 14 Juni 2023
09:05 WIB

MAKASSAR, Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel resmi menetapkan dan menahan tiga tersangka kasus dugaan korupsi, pembayaran tantiem/bonus karyawan dan jasa produksi tahun 2017-2019 di PDAM Kota Makassar.

Setelah menjalani pemeriksaan sebagai saksi selama lima jam di ruang penydik bidang tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Sulsel, penyidik lalu menetapkan Hamzah Ahmad alias HA mantan dirut pdam tahun 2019-2020. Tiro Paranoan alias TP mantan Plt Direktur keuangan 2019, dan Asdar Ali alias AA mantan doerktur keuangan 2020-2022, dirktur umum tahun 2018 Direktur teknik 2015-2017 sebagai tersangka baru dalam kasus tersebut.

Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Sulsel Zet Tadung Allo dalam keterangan persnya mengatakan bahwa penyidik Kejati Sulsel kembali menetapkan tiga tersangka baru dalam kasus ini.

"Mereka masing-masing berinisial TP, AA, dan HA kita tetapkan sebagai tersangka," kata Zet Tadung Allo, Selasa malam (13/6).

Zet mengatakan penetapan tersangka terhadap tersangka HA, tersangka TP dan tersangka AA, berdasarkan Surat Penetapan Tersangka Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan Nomor : 146, 147 dan 148/P.4/Fd.1/06/2023 tanggal 13 Juni 2023.

Bahwa ke tiga Tersangka tersebut selanjutnya dilakukan Penahanan berdasarkan Surat Perintah Penahanan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan Nomor : 101-103/P.4.5/Fd.1/06/2023 tanggal 13 Juni 2023, selama 20 (dua puluh) hari sejak tanggal 13 Juni s.d 02Juli 2023 di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 A Makassar.

Bahwa terhadap tersangka HA, tersangka TP dan tersangka AA dilakukan penahanan setelah penyidik memperoleh dua alat bukti yang cukup.

Terkait adanya Dugaan Tindak Pidana Korupsi Penggunaan Dana Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar Untuk Pembayaran Tantiem Dan Bonus/Jasa Produksi Tahun 2017 sampai dengan Tahun 2019, dimana diduga telah terjadi perbuatan melawan hukum dalam pelaksanaan penggunaan laba perusahaan disaat masih mengalami rugi kumulatif yang kemudian digunakan untuk membayar tantiem dan jasa produksi tahun 2017 s/d 2019 sebesar Rp. 19.194.992.107,60.

Yang mengakibatkan adanya kerugian keuangan negara cq. PDAM Kota Makassar. Perbuatan tersebut dilakukan tersangka sebagai berikut.

Pada Tahun 2019 PDAM Kota Makassar mendapatkan Laba, untuk menggunakan laba tersebut dilakukan rapat direksi yang disetujui oleh Dewan Pengawas kemudian ditetapkan oleh Walikota.

Bahwa prosedur untuk permohonan penetapan penggunaan laba dari Direksi PDAM Kota Makassar Kepada Walikota Makassar melalui dewan pengawas sampai dengan pembagian laba tersebut seharusnya melalui pembahasan/rapat Direksi dan dicatat dalam notulensi rapat, faktanya Kurun waktu Tahun 2019 untuk laba 2018 sampai dengan Tahun 2020 untuk laba 2019 dilakukan pembahasan/Rapat Direksi terkait permohonan penetapan penggunaan laba dan pembagian laba, namun rapat pengusulan penggunaan laba, pengusulan PDAM Kota Makassar ke Walikota, pembuatan SK penggunaan laba oleh Pj. Walikota sampai dengan pencairan dilakukan dalam waktu satu hari sehingga tidak melalui tahapan verifikasi dan telaah.

Bahwa meskipun PDAM Kota Makassar mendapatkan laba, seharusnya PDAM Kota Makassar memperhatikan adanya kerugian dalam hal ini kerugian akumulasi sejak berdirinya PDAM Kota Makassar sebelum mengusulkan untuk menggunakan laba.

"Bahwa tersangka tidak mengindahkan aturan Peraturan Pemerintah 54 Tahun 2017 oleh karena beranggapan bahwa pada Tahun berjalan kegiatan yang diusahakan memperoleh laba. Sedangkan akumulasi kerugian bukan menjadi tanggungjawabnya melainkan tanggungjawab direksi sebelumnya. Sehingga mereka berhak untuk mendapatkan untuk Pembayaran Tantiem dan Bonus/Jasa Produksi yang merupakan satu kesatuan dari Penggunaan Laba yang diusulkan," jelas Zet. (mat)

Kamis, 04 Mei 2023

Kejari Pangkep Hentikan Penuntutan Kasus Penganiayaan Lewat Restorative Justice

Kamis, 04 Mei 2023

Kejari Pangkep Bebaskan Sukaesi dari Tuntutan Pidana

Kamis, 04 Mei 2023

Atasi Tunggakan Kredit, Kejari Pangkep Perpanjang MoU dengan Bank BPD Sulselbar

Kamis, 04 Mei 2023

Dugaan Korupsi Kantor Cabang BRI Pangkep Naik Tahap Penyidikan

Jumat, 26 Mei 2023

1 Orang Diperiksa Sebagai Saksi, Terkait Dengan Perkara BAKTI Kementerian Komunikasi dan Informatika

logo
KEJAKSAAN NEGERI PANGKEP
SULAWESI SELATAN

Konten situs ini bersifat informatif
bukan merupakan legal opinion dari Kejari Pangkep
apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper maka yang
menjadi acuan adalah data resmi paper based

@2023 Kejari Pangkep All Right Reserved